Multifungsi Kemiri Sunan: Dari Konservasi Hingga Industri Bio-Surfaktan dan Farmasi
Kemiri Sunan (Reutealis trisperma [Blanco] Airy Shaw), yang dikembangkan secara intensif oleh Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Industri dan Penyegar (BRMP TRI) merupakan tanaman multifungsi yang melampaui perannya sebagai penghasil biodiesel. Sebagai agen konservasi lahan, tanaman ini memiliki habitus besar dengan perakaran tunggang yang sangat dalam dan kuat, menjadikannya jangkar alami yang efektif untuk mencegah tanah longsor dan erosi pada lahan kritis atau lereng curam,. Kanopinya yang lebar dan rindang tidak hanya mampu menahan percikan air hujan agar tidak langsung merusak struktur tanah (run-off), tetapi juga berfungsi sebagai penyerap emisi gas karbon dioksida (CO2) yang signifikan, di mana satu pohon dewasa mampu menyimpan stok karbon hingga 1,6 ton. Selain itu, kemampuan adaptasinya yang tinggi pada lahan marginal dan tercemar logam berat memposisikan Kemiri Sunan sebagai agen reklamasi lahan bekas tambang (fitoremediasi) yang andal.

Di sektor kesehatan, potensi Kemiri Sunan sebagai bahan obat tradisional dan farmasi modern sangat menjanjikan berkat kandungan metabolit sekundernya. Senyawa fitokimia yang dominan, yaitu asam alfa-eleostearat yang menyusun sekitar 51% komposisi minyaknya, diketahui memiliki aktivitas anti-karsinogenik yang sangat berguna dalam industri farmasi untuk pengembangan zat anti-kanker. Secara tradisional, berbagai bagian tanaman seperti daun, akar, dan kulit batang telah dimanfaatkan untuk mengobati penyakit kulit, radang telinga, sakit pinggang, hingga sariawan. Karakter toksiknya yang unik juga dieksplorasi oleh BRMP TRI sebagai bahan dasar biopestisida alami (bioinsektisida dan biofungisida) yang efektif menekan serangan hama penggerek buah tanpa meninggalkan residu berbahaya di ekosistem.

Hilirisasi industri Kemiri Sunan juga menyasar pada produksi surfaktan dan berbagai produk oleokimia ramah lingkungan yang diproses oleh tenaga ahli BRMP TRI. Minyak kasar tanaman ini dapat diolah menjadi Methyl Ester Sulfonate (MES), yaitu surfaktan anionik biodegradable yang diproyeksikan mampu menggantikan bahan kimia berbasis minyak bumi dalam industri sabun dan deterjen karena sifatnya yang mudah terurai secara alami. Diversifikasi produk turunannya sangat luas, mencakup bahan baku pernis, cat, pelumas mesin, kosmetika seperti pelembab bibir (emolien), hingga agen pembentuk busa pada sampo. Seluruh inovasi teknologi ini merupakan bagian dari komitmen BRMP TRI dalam menerapkan konsep zero waste management untuk mendukung sistem pertanian berkelanjutan dan kedaulatan energi hijau nasional.
